Wicked Lovely

PERATURAN #3: Jangan tatap faery. PERATURAN #2: Jangan bicara dengan faery. PERATURAN #1: Jangan pernah menarik perhatian faery. Faery–makhluk-makhluk yang kuat dan berbahaya–berkeliaran bebas di dunia tanpa terlihat oleh manusia. Kecuali Aislinn. Ketika peraturan-peraturan yang selama ini menjaga gadis itu tidak lagi berlaku, semua mendadak dipertaruhkan: kebebasannya; sahabat baiknya, Seth; hidupnya; segalanya.

Angela’s Ashes

Penderitaan yang menyedihkan semasa kecil hingga dewasa tidak perlu dihadapi dengan pahit, namun dapat dihadapi dengan humor yang bisa menertawakan diri. Seperti halnya sebuah memoir yang populer hasil karya Frank McCourt, seorang ekspatriat Irlandia di Amerika Serikat. Buku memoir yang memenangkan penghargaan Pulitzer itu kemudian diangkat sutradara Alan Parker ke dalam film yang bertajuk sama.

Film produksi tahun 1999 ini mengisahkan bagaimana Frank McCourt (Joe Breen, Ciaran Owens dan Michael Legge) menghadapi kemiskinan yang membelit keluarganya sejak lahir hingga dewasa. Dilahirkan di Brooklyn, Amerika Serikat pada tahun 1930 dalam keluarga Irlandia, Frank adalah anak tertua dari pasangan Angela (Emliy Watson) dan Malachy McCourt (Robert Carlyle).

Angela dan Malachy adalah imigran Irlandia yang beremigrasi ke Amerika Serikat untuk mencari kehidupan lebih baik. Sayangnya kehidupan mereka tidak juga membaik. Malah Malachy menjadi penggangguran sementara Angela terus melahirkan anak-anaknya seperti Malachy junior, Michael dan Alphie. Pada tahun 1935 Angela melahirkan anak perempuannya, anak kelima dalam keluarga. Namun anak tersebut meninggal tidak lama setelah lahir dan hal itu mendorong Malachy membawa keluarganya kembali ke negeri asalnya, Irlandia.

Mereka kemudian menetap di Limerick, sebuah kota Irlandia yang juga ditinggali banyak kerabat mereka. Sayangnya kehidupan Frank dan keluarganya malah makin memburuk. Lantaran latar belakang Malachy yang berasal dari Irlandia Utara sehingga ia susah mendapatkan pekerjaan di sana. Kalau pun mendapatkan pekerjaan, Malachy lebih suka menghabiskan uangnya dengan bermabuk-mabukan sehingga Angela pun menjadi depresi dan terpaksa bergantung pada belas kasihan kerabat dan gereja. Walau di tengah penderitaan dan kemiskinan yang mendera, Frank masih bisa melaluinya dengan senyum dan humor.

Seperti apa Frank melalui masa kecilnya hingga dewasa di Irlandia walau harus menghadapi kemiskinan dan kehidupan keluarga yang kacau ?

The Host..

Melanie Stryder adalah sedikit dari manusia liar, seorang pemberontak. Ia telah melawan Jiwa yang menguasai Bumi. Dengan adik kecilnya, Jamie, dan lelaki yang ia cintai, Jared Howe, Mel menyelamatkan diri dari Jiwa-jiwa yang memburu badan manusia sebagai tuan rumah yang bisa digunakan. Mereka membutuhkan badan manusia untuk tetap hidup di Bumi. Setelah merasuki badan manusia, mereka akan menghapus semua rekaman di dalam badan itu. Mereka menguasai badan dan jiwa manusia sekaligus. Bumi adalah planet kesembilan yang dikuasai mahkluk asing itu, dan Mel adalah badan kesembilan pula. Perasuk bada Mel, Wanderer, sempat terkejut saat berada di dalam badan Mel, yang penuh dengan emosi, kenangan, dan rasa manusia yang kompleks; hanya saja Melanie Stryder tak mau menyerahkan badan dan jiwanya begitu saja.

Wanderer dihujani berbagai kenangan dan rasa cinta terhadap Jared dan Jamie, sehingga ia pun jatuh cinta pada manusia dan berusaha mencari tahu keberadaan mereka berdua. Dalam perjalanan ke Tucson, Melani teringat ucapan Paman Jeb tentang tempat bersembunyi rahasia yang pernah dibuatnya. Wanderer mencari tahu tempat persembunyian itu, dan ia ditemukan Paman Jeb nyaris mati kehausan dan kehabisan nafas. Sekali lagi ia merasa terkejut berada di dalam badan manusia, walau sesungguhnya Melanie mengecap Wanderer sebagai parasit dalam tubuhnya. Kyle dan Ian O’Shea, dua kakak beradik, berusaha membunuh Wanderer, tapi dicegah Jeb. Ia malah diperlakukan manusiawi, yang harus bekerja, makan, dan menjadi guru sejarah setelah makan malam. Selama itu, Wanderer bersahabat baik dengan kawan Ian, Wanda. Saat Ian jatuh cinta kepada Wanda, yang juga jatuh cinta kepada Jared, Wanda menolak Ian yang dianggapnya hanya mencintai tubuhnya.

Saat Jamie kembali dari keramaian dengan luka di kakinya, Wanda dan Jared membantu dengan diam-diam ke rumah sakit untuk mencuri peralatan dan obat. Pada saat ini, manusia menyadari bahwa Wanda bisa dijadikan tumpangan, karena ia dapat dipercaya oleh Jiwa lainnya. Di serangan lain, Wanda hendak menceritakan rahasia terbesarnya, bagaimana menghilangkan Jiwa tanpa harus membunuh tubuh atau jiwa manusia. Ia berjanji mengajari dokter dengan dua syarat: pertama, dokter harus berjanji mengirim Jiwa ke planet lain, dan kedua, dia berjanji mengangkat Jiwa Wanda dari tubuh Melanie dan menguburkan Wanda, yang tak ingin menjadi parasit lagi.

Wanda menjauh dari Ian yang marah saat mengetahui Wanda akan mengakhiri hidupnya, dan dokter akan mengangkatnya dari tubuh Melanie. Sesaat kemudian, ia ternyata terbangun di tubuh baru, dan kali ini tubuh itu menginginkan Wanda tetap di dalam tubuhnya.

To Kill a Mockingbird

To Kill a Mockingbird adalah judul sebuah novel karangan Harper Lee yang diterbitkan pada tahun 1960. Novel ini didasari pada pengamatan penulis terhadap keluarga dan tetangga-tetangganya, serta kejadian-kejadian yang terjadi di sekitarnya pada tahun 1936, ketika penulis masih berumur 10 tahun.

Novel ini terkenal karena bahasanya yang hangat dan penuh humor sekalipun isu-isu yang dibahas merupakan isu serius seperti pemerkosaan dan diskriminasi ras. Sebuah kritik menjelas

Novel ini telah ditinjau ulang (reviewed) oleh setidaknya 30 koran dan majalah. Baru-baru ini, To Kill A Mockingbird dinobatkan menempati peringkast teratas setelah injil dalam daftar “buku yang harus dibaca seseorang sebelum ia meninggal” (“every adult should read before they die”)[1] Pada tahun 1962, buku ini diadaptasi menjadi film dengan judul yang sama dengan arahan sutradara Robert Mulligan, dan berhasil mendapatkan piala Oscar. Sejak tahun 1990, drama yang didasarkan pada cerita buku ini dimainkan secara rutin di Monroeville, Alabama, kampung halaman sang penulis, Harper Lee. Hingga saat ini, To Kill A Mockingbird merupakan satu-satunya karya Lee yang diterbitkan.

Maryamah Karpov

Jika dulu aku tak menegakkan sumpah untuk sekolah setinggi-tingginya demi martabat ayahku, aku dapat melihat diriku dengan terang sore ini:sedang berdiri dengan tubuh hitam kumal, yang kelihatan hanya mataku, memegang sekop menghadapi gunungan timah, mengumpulkan napas, menghela tenaga, mencedokinya dari pukul delapan pagi sampai magrib, menggantikan tugas ayahku, yang dulu menggantikan tugas ayahnya. Aku menolak semua itu! Aku meolak perlakuan buruk nasib pada ayahku dan pada kaumku. Kini Tuhan telah memeluk mimpiku. Atas nama harkat kaumku, martabat ayahku, kurasakan dalam aliran darahku saat nasib membuktikan sifatnya yang hakiki bahwa ia akan memihak kepada para pemberani.

Keberanian dan keteguhan hati telah membawa ikal pada banyak tempat dan peristiwa. Sudut-sudut dunia telah dia kunjungi demi menemukan A Ling. Apa pun Ikal lakukan demi perempuan itu. Keberaniannya ditantang ketika tanda-tanda keberadaan A Ling tampak. Dia tetap mencari, meski tanda-tanda itu masih samar. Dapatkah keduanya bertemu kembali?Novel ini menceritakan semua hal tentang Laskar Pelangi, A Ling, Arai, Lintang dan beberapa tokoh dalam cerita sebelumnya. Tetap dengan sihir kata-katanya, Anda akan dibawa Andrea pada kisah yang menkjubkan sekligus mangharukan.”

Edensor

Edensor - adalah buku ketiga dari tetralogi laskar pelangi yang dibuat oleh Andrea Hirata. “Aku ingin mendaki puncak tantangan, menerjang batu granit kesulitan, menggoda mara bahaya, dan memecahkan misteri dengan sains. Aku ingin menghirup berupa-rupa pengalaman lalu terjun bebas menyelami labirin lika-liku hidup yang ujungnya tak dapat disangka. Aku mendamba kehidupan dengan kemungkinan-kemungkinan yang bereaksi satu sama lain seperti benturan molekul uranium: meletup tak terduga-duga, menyerap, mengikat, mengganda, berkembang, terurai, dan berpencar ke arah yang mengejutkan. Aku ingin ke tempat-tempat yang jauh, menjumpai beragam bahasa dan orang-orang asing. Aku ingin berkelana, menemukan arahku dengan membaca bintang gemintang. Aku ingin mengarungi padang dan gurun-gurun, ingin melepuh terbakar Matahari, limbung dihantam angin, dan menciut dicengkeram dingin. Aku ingin kehidupan yang menggetarkan, penuh dengan penaklukan. Aku ingin hidup! Ingin merasakan sari pati hidup!” Buku Edensor dipersembahkan untuk ibunya N.A. Masturah Seman Said Harun.-

Aku menuju ke halte bus lalu menaiki bus desa yang butut. Di dalamnya duduk terpisah-pisah segelintir petani. Diam. Setiap orang tenggelam dalam lamunan. Bus meluncur berderak-derak, berhenti di setiap desa, dan silih berganti naik turun petani yang kumal. Tak ada yang bicara. Di luar jendela kulihat gudang-gudang tua, ladang bunga matahari, rumput yang digulung untuk makanan ternak, dan kuda yang berlarian di lapangan luas. Sebuah senja yang muram nun di pedalaman Inggris.

Tak terasa, lebih dari sejam aku berada di dalam bus, meliuk-liuk sampai ke pelosok desa yang tak kukenal, jauh, jauh sekali meninggalkan Sheffield. Lalu bus mendaki sebuah lereng bukit yang landai. Mulanya ujung tanjakkan ditutupi pohon-pohon cemara yang rapat. Ketika bus berbelok, dedaunan cemara tersibak dan seketika itu, pula di depanku tersaji pemandangan yang membuatku merasa terlompat ke dalam sebuah bingkai dalam kepalaku.

Bus merayap, aku main dekat dengan desa yang dipagari. Tumpukan batu bulat berwarna hitam. Aku bergetar menyaksikan nun di bawah sana, rumah-rumah penduduk berselang-seling di antara jerejak anggur yang terlantar dan jalan setapak yang berkelok-kelok. Aku terpana dilanda dejavu mlihat hamparan desa yang menawan. Aku merasa kenal dengan gerbang desa berukir ayam jantan itu, dengan pohon-pohon willow di pekarangan itu, dengan bangku-bangku batu itu, dengan jajaran bunga daffodil dan astuaria di pagar perternakan itu. Aku seakan menembus lorong waktu dan terlempar ke sebuah negeri khayalan yang telah lama hidup dalam kalbuku.

Aku bergegas meminta sopir berhenti dan menghambur keluar. Ribuan fragmen ingatan akan keindahan tempat ini selama belasan tahun, tibat-tiba tersintesa persis di depan mataku, indah tak terperi.

Kepada seorang ibu yang lewat aku bertanya, “Ibu, dapatkah memberi tahuku nama tempat ini?”

Ia menatapku lembut, lalu menjawab.

“Sure lof, it’s Edensor…”

E D E N S O R – Buku ketiga karangan Andrea Hirata yang dipersembahakan untuk ibunya N.A. Masturah Seman Said Harun

Pelajaran moral nomor sepuluh:

Jangan sekali-kali datang ke Eropa pada bulan Desember.

Pelajaran moral nomor sebelas:

Untuk mendapatkan wanita cantik tapi bodoh, rupanya Anda hanya perlu menjadi seorang provokator.

Pelajaran moral nomor dua belas:

Ke mana pun tempat telah kutempuh, apa pun telah kucapai, dan dengan siapa pun aku berhubungan, aku tetaplah seorang lelaki udik, tak dapat kubasuh-basuh.

Pelajaran moral nomor tiga belas “pertama”:

Jangan bicarakan keadaan negeri kita dengan seorang ekonom klasik.

Pelajaran moral nomor tiga belas “kedua”:

Tukang jam, tukang reparasi televisi, tukang dadu cangkir, dan penerbit buku adalah profesi-profesi yang patut dicurigai, di mana pun mereka berada.

Pelajaran moral nomor empat belas:

Filosofi kebahagiaan: Tertawalah, seisi dunia akan tertawa bersamamu; Jangan bersedih karena kau hanya akan bersedih sendirian.

E D E N S O R – Buku ketiga karangan Andrea Hirata yang dipersembahakan untuk ibunya N.A. Masturah Seman Said Harun

Arai:

Di sini! Disaksikan pusara Jim Morrison, kukatakan padamu!

Rampas jiwaku!

Curi masa depanku!

Jarah harga diriku!

Rampok semua milikku!

Sita!

Sita semuanya!

Mengapa kau masih tak mau mencintaiku?!

Motto 3P: Preparations Perfect Perfomances, maksudnya penampilan yang sempurna tak lain karena persiapan yang matang

Kawan, perempuan yang marah sama sekali jangan dianggap enteng!

Jangan coba menantang orang-orang Inggris, mereka takkan surut

Ide-ide sinting memang selalu memiliki 2 dimensi: dicemooh atau diikuti orang-orang frustasi

Harun Yahya, “Tak ada hal sekecil apa pun terjadi karena kebetulan.”

Karena jika kita berupaya sekuat tenaga menemukan sesuatu, dan pada titik akhir upaya itu hasilnya, masih nihil, maka sebenarnya kita telah menemuka apa yang kita cari dalam diri kita sendiri, yakni kenyataan, kenyataan yang harus dihadapi, sepahit apa pun keadaannya.

Sang Pemimpi

Dalam Sang Pemimpi, Andrea bercerita tentang kehidupan ketika masa-masa SMA. Tiga tokoh utamanya adalah Ikal, Arai dan si kuda. Ikal- alter egonya Andrea Hirata. Arai-saudara jauh yang yatim piatu yang di sebut sempei keramat karena anggota keluarga terakhir yang masih hidup dan akhirnya menjadi saudara angkat dan Jimbron-seorang yatim piatu yang terobsesi dengan kuda dan gagap bila sedang antusias terhadap sesuatu atau ketika gugup.

Ketiganya (mati?) dalam kisah persahabatan yang terjalin dari kecil sampai mereka bersekolah di SMA Negeri Bukan Main, SMA pertama yang berdiri di Belitung bagian timur. Bersekolah di pagi hari dan bekerja sebagai kuli di pelabuhan ikan pada dini hari, dari ketagihan mereka menonton film panas di bioskop dan akhirnya ketahuan guru mengaji mereka , perpisahan Jimbron dengan ikal dan Arai yang akan meneruskan kuliah di Jakarta yang akhirnya membuat mereka berdua terpisah tetapi tetap akan bertemu di Perancis. Hidup mandiri terpisah dari orang tua dengan latar belakang kondisi ekonomi yang sangat terbatas namun punya cita-cita besar , sebuah cita-cita yang bila dilihat dari latar belakang kehidupan mereka, hanyalah sebuah mimpi.

Laskar Pelangi

Sebuah adaptasi sinema dari novel fenomenal LASKAR PELANGI karya Andrea Hirata.

Hari pertama pembukaan kelas baru di sekolah SD Muhammadyah menjadi sangat menegangkan bagi dua guru luar biasa, Muslimah (Cut Mini) dan Pak Harfan (Ikranagara), serta 9 orang murid yang menunggu di sekolah yang terletak di desa Gantong, Belitong. Sebab kalau tidak mencapai 10 murid yang mendaftar, sekolah akan ditutup.

Hari itu, Harun, seorang murid istimewa menyelamatkan mereka. Ke 10 murid yang kemudian diberi nama Laskar Pelangi oleh Bu Muslimah, menjalin kisah yang tak terlupakan.

5 tahun bersama, Bu Mus, Pak Harfan dan ke 10 murid dengan keunikan dan keistimewaannya masing masing, berjuang untuk terus bisa sekolah. Di antara berbagai tantangan berat dan tekanan untuk menyerah, Ikal (Zulfani), Lintang (Ferdian) dan Mahar (Veris Yamarno) dengan bakat dan kecerdasannya muncul sebagai pendorong semangat sekolah mereka.

Di tengah upaya untuk tetap mempertahankan sekolah, mereka kehilangan sosok yang mereka cintai. Sanggupkah mereka bertahan menghadapi cobaan demi cobaan?

Film ini dipenuhi kisah tentang tantangan kalangan pinggiran, dan kisah penuh haru tentang perjuangan hidup menggapai mimpi, serta keindahan persahabatan yang menyelamatkan hidup manusia, dengan latar belakang sebuah pulau indah yang pernah menjadi salah satu pulau terkaya di Indonesia.

Ketika Cinta Bertasbih 2 ..

Bermula dengan penuturan tentang keindahan suasana dini hari di Pesantren Darul Quran, Kang Abik berhasil mengajak pembacanya untuk seakan memasuki satu demi satu alur cerita di bagian kedua dari karya dwilogi Pembangun Jiwa-nya “Ketika cinta Bertasbih” ini.
Kehadiran seorang gadis jelita dengan kekhusyuan ibadahnya di sepertiga malam terakhir itu, telah memperkuat karakter ia, seorang mahasiswi terbaik di Al Azhar University, ialah Anna Althafunnisaa. Seorang putri dari Kiai Lutfi pemilik pondok pesantren Daarul Qur’an.

Kisah berlanjut dengan pemaparan suasana kegundahan hati seorang master lulusan terbaik pula dari Universitas tertua di dunia itu. Furqan. Tentunya kita masih ingat ia ketika disaat-saat kebahagiaan ia akan keberhasilannya meraih gelar master, ia juga harus rela menyandang predikat sebagai pengidap HIV di Ketika Cinta Bertasbih (KCB) 1.
Kegundahan hati itu terus berlanjut walaupun sampai ketika Anna menerima pinangannya dari Furqan. Ia bagai berada di ujung sebuah tebing kebimbangan, antara meneruskan ke jenjang pernikahan atau membatalkan semuanya.
Sampai akhirnya, pil pahit harus ditelan oleh banyak dari para pria yang selama ini menaruh hati pada Anna Althafunnisaa. Tak terkecuali Khairul Azzam, seorang mahasiswa Al Azhar yang baru dapat menyelesaikan kuliahnya setelah hampir 9 tahun lamanya ia berada di negeri para nabi itu. Pada bagian kedua karya dwilogi ini diceritakan tentang kepulangan Azzam yang disambut bahagia oleh keluarganya. Banyak perubahan yang terjadi pada kehidupan keluarga Azzam jika dibandingkan dengan kehidupan 9 tahun yang lalu sebelum ia berangkat menunaikan cita-cita. Salah seorang adiknya yaitu Ayatul Husna kini telah menjadi seorang cerpenis remaja yang mendapatkan penghargaan dari Menteri Pendidikan Nasional Indonesia.
Keberadaan tokoh-tokoh sebelumnya di KCB 1, serta hadirnya tokoh-tokoh baru di KCB 2 semakin membuat karya ini terasa begitu wah. Bahkan menurut saya pribadi jika dibandingkan dengan KCB 1, KCB 2 ini jauh lebih bagus dalam segi penuturan kisahnya.
Ada beberapa cerita yang telah usai di KCB 1 dan tidak sedikitpun tertulis kembali di KCB 2, seperti halnya kisah kekecewaan Fadhil ketika seseorang yang sangat berarti dalam hidupnya, yang ia pernah harapkan dapat menjadi belahan jiwanya ternyata menikah dengan sahabatnya sendiri.
Konflik tajam terjadi pada beberapa bagian dari novel ini, diantaranya pada shubuh hari ketika terjadi keributan di rumah Azzam, disana diceritakan tentang seorang paman yang akan menembak dan membunuh keponakannya sendiri. Kemudian klimaks cerita ini terjadi ketika terjadi kecelakaan dimana yang menjadi korbannya adalah Azzam dan Ibunya, mereka terpelanting jatuh dari atas sepeda motor karena tertabrak bus yang ugal-ugalan, sampai akhirnya Azzam harus rela berbaring di rumah sakit menderita patah tulang, sementara ibunya berpulang menghadap ke hadirat Alloh SWT.
Ada raut kesedihan disana, padahal saat musibah itu terjadi adalah hanya berselang 4 hari sebelum pesta pernikahan Azzam dengan seorang dokter dari Kudus.
Ada banyak kisah yang terjadi secara tiba-tiba diluar dugaan para pembaca. Namun secara keseluruhan, kesinambungan cerita dari satu tokoh yang ditampilkan dengan tokoh lain di bagian lainnya, masih tetap menjadi satu ciri khas dari karya-karya kang abik, yang mampu membuat decak kagum para pembacanya.
Selain dari kuatnya alur serta penokohan dalam KCB 2 ini, kang abik juga masih terlalu lihai menceritakan keseharian dalam kehidupan pesantren, tentunya ini mungkin karena sesuai dengan latar dari kehidupan kang abik itu sendiri. Kemudian, satu persatu keilmuan tentang fiqih, aqidah, dan lain sebagainya tetap menjadi suguhan utama yang beliau munculkan dalam bagian cerita ini, tanpa sedikitpun membuat para pembaca merasa digurui.
Bukan hanya kisah cinta, nilai-nilai semangat wirausaha atau jiwa entrepreneurship yang dimiliki Azzam, masih berlanjut di KCB 2. Bahkan nilai inovatif serta kerja kerasnya telah mengantarkan ia menjadi salah satu pengusaha muda dari kota Solo.
Jika dibandingkan dengan bagian sebelumnya, KCB 2 ini memang jauh lebih diperuntukkan bagi kalangan dewasa. Keromantisan sebuah pasangan suami istri dimunculkan melebihi apa yang pernah muncul di Ayat-ayat Cinta.
Namun alhamdulillah, akhirnya semua berlalu dan berakhir pada satu hal yang justru jauh tidak terbayangkan sebelumnya. Satu kisah cinta Khairul Azzam dengan Anna Althafunnisaa menutup akhir cerita ini dengan manis.

Ketika Cinta Bertasbih..

Abdullah Khairul Azzam – 28 tahun- pemuda tampan dan cerdas dari sebuah desa di Jawa Tengah. Dari kecil, Azzam sudah terlihat sebagai anak yang sangat baik budi pekertinya. Atas usahanya yang gigih dia berhasil memperoleh bea siswa untuk belajar di Al Azhar Mesir selepas menamatkan Aliyah di desanya.

Baru setahun di Kairo dan menjadi mahasiswa berprestasi peraih predikat Jayyid Jiddan (Lulus dengan Sempurna), ayahnya meninggal dunia. Sebagai anak tertua Azzam mau tidak mau harus bertanggung jawab atas kehidupan keluarganya, dikarenakan adiknya masih kecil-kecil. Sementara itu, dia sendiri harus menyelesaikan studinya di Negara orang. Akhirnya dia mulai membagi waktu untuk belajar dan mencari nafkah. Ia mulai membuat tempe dan bakso yang ia pasarkan di lingkungan KBRI dia Kairo. Berkat keahlian dan keuletannya dalam memasak, Azzam menjadi populer dan dekat dengan kalangan staf KBRI di Cairo. Tapi hal itu berimbas pada kuliah Azzam, sudah 9 tahun berlalu, ia belum juga menyelesaikan kuliahnya.

Seringnya Azzam mendapatkan job di KBRI Cairo mempertemukan ia dengan Puteri Duta Besar, Eliana Pramesthi Alam. Eliana adalah lulusan EHESS Perancis yang melanjutkan S-2 nya di American University in Cairo. Selain cerdas, Eliana juga terkenal di kalangan mahasiswa karena kecantikannya. Ia bahkan pernah diminta main di salah satu film produksi Hollywood, juga untuk Film layar lebar dan Sinetron di Jakarta. Segudang prestasi dan juga kecantikan Eliana membuat Azzam menaruh hati pada Eliana. Tetapi Azzam urung menjalin hubungan lebih dekat dengan Eliana, karena selain sifat dan kehidupannya yang sedikit bertolak belakang dengan Azzam, juga karena nasihat dari Pak Ali, supir KBRI yang sangat dekat dengan keluarga Eliana.

Apa yang dikatakan Pak Ali cukup terngiang-ngiang di benaknya, bahwa ada seorang gadis yang lebih cocok untuk Azzam. Azzam disarankan untuk buru-buru mengkhitbah (melamar) seorang mahasiswa cantik yang tak kalah cerdasnya dengan Eliana. Dia bernama Anna Althafunnisa, S-1 dari Kuliyyatul Banaat di Alexandria dan sedang mengambil S-2 di Kuliyyatul Banaat Al Azhar – Cairo, yang juga menguasai bahasa Inggris, Arab dan Mandarin. menurut Pak Ali, kelebihan Anna dari Eliana adalah bahwa Anna memakai jilbab dan sholehah, bapaknya seorang Kiai Pesantren bernama Kiai Luthfi Hakim.

Ada keinginan Khaerul Azzam untuk menghkhitbah Anna walaupun ia belum pernah bertemu atau melihat Anna. Karena tidak punya biaya untuk pulang ke Indonesia, Pak Ali menyarankan supaya melamar lewat pamannya yang ada di Cairo, yaitu Ustadz Mujab, dimana Azzam sudah sangat mengenal ustadz itu. Dengan niat penuh dia pun datang ke ustadz Mujab untuk mengkhitbah Anna Althafunnisa. Tapi ternyata lamaran itu ditolak atas dasar status. Karena S-1 Azzam yang tidak juga selesai, dan lebih dikenal karena jualan tempe dan baso. Selain itu, Anna telah dikhitbah lebih dulu oleh seorang pria yang alih-alih adalah Furqon, sahabat Azzam yang juga mahasiswa dari keluarga kaya yang juga cerdas dimana dalam waktu dekat akan menyelesaikan S-2 nya. Azzam bisa menerima alasan itu, meskipun hatinya cukup perih.

Tetapi kemudian Furqon mendapat musibah yang sangat menghancurkan harapan-harapan hidupnya. Hal tersebut membuatnya menghadapi dilemma antara ia harus tetap menikahi Anna yang telah dikhitbahnya, tetapi itu juga sekaligus akan dapat menghancurkan hidup Anna.

Sementara itu Ayyatul Husna, adik Azzam yang sering mengirim berita dari kampung, membawa kabar yang cukup meringankan hati Azzam. Agar Azzam tidak perlu lagi mengirim uang ke kampung dan lebih berkonsentrasi menyelesaikan kuliahnya. Karena selain Husna telah lulus kuliah di UNS, ia juga sudah bekerja sebagai Psikolog. Keahlian Husna dalam menulis sudah membuahkan hasil. Penghasilan Husna cukup dapat membiayai kebutuhan adiknya yang mengambil program D-3, serta adik bontotnya yang bernama Sarah yang masih mondok di Pesantren.

Azzam yang sudah sangat rindu dengan keluarganya memutuskan untuk serius dalam belajar, hingga akhirnya berhasil lulus. Azzam pun menepati janjinya ke keluarganya untuk kembali ke kampong dan segera mencari jodoh di sana, memenuhi amanat ibunya. Walaupun sebenarnya masih terbersit sedikit harapan untuk tetap mendapatkan hati Anna.

Apakah mungkin Azzam akan berjodoh dengan Anna? Ataukah Eliana yang sebenarnya juga masih penasaran dengan Azzam? Ataukah Azzam berhasil menemukan tambatan hatinya di Indonesia?..

« Older entries
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.