
Penderitaan yang menyedihkan semasa kecil hingga dewasa tidak perlu dihadapi dengan pahit, namun dapat dihadapi dengan humor yang bisa menertawakan diri. Seperti halnya sebuah memoir yang populer hasil karya Frank McCourt, seorang ekspatriat Irlandia di Amerika Serikat. Buku memoir yang memenangkan penghargaan Pulitzer itu kemudian diangkat sutradara Alan Parker ke dalam film yang bertajuk sama.
Film produksi tahun 1999 ini mengisahkan bagaimana Frank McCourt (Joe Breen, Ciaran Owens dan Michael Legge) menghadapi kemiskinan yang membelit keluarganya sejak lahir hingga dewasa. Dilahirkan di Brooklyn, Amerika Serikat pada tahun 1930 dalam keluarga Irlandia, Frank adalah anak tertua dari pasangan Angela (Emliy Watson) dan Malachy McCourt (Robert Carlyle).
Angela dan Malachy adalah imigran Irlandia yang beremigrasi ke Amerika Serikat untuk mencari kehidupan lebih baik. Sayangnya kehidupan mereka tidak juga membaik. Malah Malachy menjadi penggangguran sementara Angela terus melahirkan anak-anaknya seperti Malachy junior, Michael dan Alphie. Pada tahun 1935 Angela melahirkan anak perempuannya, anak kelima dalam keluarga. Namun anak tersebut meninggal tidak lama setelah lahir dan hal itu mendorong Malachy membawa keluarganya kembali ke negeri asalnya, Irlandia.
Mereka kemudian menetap di Limerick, sebuah kota Irlandia yang juga ditinggali banyak kerabat mereka. Sayangnya kehidupan Frank dan keluarganya malah makin memburuk. Lantaran latar belakang Malachy yang berasal dari Irlandia Utara sehingga ia susah mendapatkan pekerjaan di sana. Kalau pun mendapatkan pekerjaan, Malachy lebih suka menghabiskan uangnya dengan bermabuk-mabukan sehingga Angela pun menjadi depresi dan terpaksa bergantung pada belas kasihan kerabat dan gereja. Walau di tengah penderitaan dan kemiskinan yang mendera, Frank masih bisa melaluinya dengan senyum dan humor.
Seperti apa Frank melalui masa kecilnya hingga dewasa di Irlandia walau harus menghadapi kemiskinan dan kehidupan keluarga yang kacau ?